Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga emas bertahan stabil di tengah kombinasi faktor pendukung
Monday, 2 June 2025 12:04 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas (XAU/USD) kembali menguat di awal minggu baru dan melampaui angka $3.300 selama sesi Asia, membalikkan sebagian besar kerugian hari Jumat.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang dirilis pada hari Jumat semakin menunjukkan tanda-tanda meredanya tekanan inflasi di AS dan memperkuat alasan untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed). Hal ini, pada gilirannya, terlihat membebani Dolar AS (USD) dan bertindak sebagai pendorong bagi logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, risiko geopolitik yang berasal dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan konflik di Timur Tengah, bersama dengan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang baru, meredam selera investor terhadap aset yang lebih berisiko.

Hal ini terbukti dari nada yang umumnya lebih lemah di sekitar pasar ekuitas, yang ternyata menjadi faktor lain yang menguntungkan harga Emas sebagai aset safe haven.

Namun, kurangnya tindak lanjut pembelian yang kuat menjadi alasan kehati-hatian bagi para investor XAU/USD menjelang rilis data makro AS minggu ini yang dijadwalkan pada awal bulan baru.

Para pedagang terus bertaruh bahwa Federal Reserve akan menurunkan biaya pinjaman pada bulan September dan memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga lagi pada bulan Desember.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada hari Senin bahwa penurunan suku bunga masih mungkin terjadi akhir tahun ini bahkan dengan tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump yang kemungkinan akan meningkatkan tekanan harga untuk sementara waktu.(cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS